Situasi pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini memberikan dampak begitu besar terhadap petani Indonesia. Salah satu dampak yaitu rendahnya serapan produksi.

Demikian disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Erma Rini saat menjadi pembicara diskusi terbatas dengan tema ‘Kesiapan Sarana dan Prasarana Produksi Pertanian untuk Percepatan Recovery Pandemi Covid-19’ yang digelar PPSN, Rabu (21/9/2021).

Anggia mengatakan rendahnya serapan produksi tersebut sangat signifikan karena hampir 40 persen bila dibandingkan dengan hari-hari biasa sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Banyak petani yang merasakan penyerapan nya sangat rendah karena PPKM dan ini tidak hanya kali ini, tidak hanya di satu- dua tempat hampir semua petani merasakan itu,” kata Anggia.

Oleh karena itu, kata Anggia, Kementrian Pertanian (Kementan) harus memberikan kebijakan-kebijakan yang sifatnya fleksibel dan rensponsif terhadap situasi di lapangan.

“Kebijakan Kementan harus lebih bersifat fleksibel, taktis dan responsif terhadap situasi di lapangan dengan situasi pandemi yang sama-sama kita tuntaskan,” kata dia.

Peran BUMN juga disebutnya memiliki peran penting untuk memberikan penguatan terhadap para petani.

“Salah satunya dengan mendirikan koperasi-koperasi petani sebagai penjamin sarana dan prasarana untuk membeli sekaligus memasarkan hasil panen petani,” pungkasnya.