Sektor pertanian menjadi sektor penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang dalam mengalami perlambatan.

Hal itu dikatakan Sesditjen PSP, Gunawan saat menjadi pembicara diskusi terbatas dengan tema ‘Kesiapan Sarana dan Prasarana Produksi Pertanian untuk Percepatan Recovery Pandemi Covid-19’ yang digelar PPSN, Rabu (21/9/2021).

Menurutnya berdasarkan data Bps bahwa dalam konsidi pandemi triwulan 2020 sektor pertanian tumbuh positif.

“Pertanian masih tumbuh 16,24 pada troaulan ke dua disampingi infokom yang tumbuh 33.4 dan pengadaan air tumbuh 1,28 persen sementara sektor lain yang mengalami penurunan” kata dia.

Sedangkan pertumbuhan pada tahun 2020 itu secara nasional Ekonomi mengalami kontraksi minus 2,07 namun pertanian masih bisa tumbuh 1,75.

“Ini kondisi yang realistis yang baik bahkan membanggakan kita semua bahwa sektor pertanian menjadi tumpuan utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Kemudian apabila dilihat dari nilai tukar petani (NTP) juga mengalami peningkatan dari periode Januari 2020 sampai Januari 2021 telah mengalami peningkatan sebesar 104,01 atau naik 0,01 persen dibandingkan Desember 2020 yang hanya sebesar 140,00.

“Memang nilai tukar petani mengalami kenaikan dibanding dengan NTP pada tahun yang sama,” tuturnya.

Nilai ekspor mengalami peningkatan dari 2019 sebesar Rp 390,16 T dan tahun 2021 telah menacapai Rp, 451, 77 T naik 15,79 persen.

“Walaupun di dominasi ekspor masih 91% berada di sektor perkebunan. Ini masih manjadi indikator positif terkait bagi sektor pertanian yang memang mengalami peningkatan luar biasa. Naik 15,79 persen dalam kondisi pandemi ini,” kata dia.

Sedangkan di sektor lapangan pekerjaan juga mengalami peningkatan signifikan artinya ada pergeseran dari tenaga kerja sektor lainnya ke sektor pertanian yang meningkat sekitar 29,76 %.

“Bisa dikatakan bahwa dalam konsidi pandemi saat ini sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang bisa menjadi pilihan bagi tenaga kerja yang mengalami PHK,” pungkasnya.