Pusat Pengkajian Strategi Nasional (PPSN) bersama para purnawirawan jenderal TNI hari ini,  Kamis (27/8) menggelar diskusi publik terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan Nasional. Kabarnya RUU tersebut masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Tekait pembahasan hingga kajian dan usulan pembentukan RUU Kamnas telah berlangsung hampur satu dekade. Namun hingga saat ini belum terlihat adanya indikasi bahwa RUU Kamnas akan direalisasikan.

Dalam pidato sambutannya, Laksamana TNI (Purn) Widodo AS yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina PPSN mengatakan, proses panjang dalam menyelesaikan RUU Kamnas sesungguhnya telah dilakukan oleh pemerintah.

Dalam prosesnya, Widodo menambahkan, publik ataupun masyarakat ikut dilibatkan baik dalam menyempurnakan RUU Kamnas hingga pembahasannya.

“Salah satu ruang publik itu adalah dengan menggelar diskusi sumbang pikiran yang kita gelar hari ini. Berharap bisa mengakomodir segala masukan dari kalangan masyarakat, ” jelasnya saat membuka diskusi, Kamis (27/8).

Widodo menginginkan, dalam prosesnya masyarakat bisa ikut berkontribusi dalam pengkajian RUU tersebut.

Ia menambahkan, sesungguhnya dalam forum ini bisa menghasilkan pandangan yang jernih. Sehingga terlahir sebuah masukan rancangan peraturan yang baik dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan negara.

“PPSN bagian dari publik memfasilitasi melalui forum diskusi ini. Dimaksudkan untuk menghimpun dan mengekplorasi pemikiran dari berbagai kalangan masyarakat. Mudah-mudahan memberikan efektifitas dalam RUU Keamanan Nasional,” sambungnya.

“Saya menggaris bawahi ini (diskusi) adalah ruang publik. Kami berharap bisa memberikan pandangan jernih. Mengutip perkataan Pak Sjafrie Sjamsoeddin, ini forum mikir bareng,” pungkasnya.