Pusat Pengkajian Strategi Nasional (PPSN) bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Peningkatan Efektivitas Satgas Saber Pungli dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia”.

FGD tersebut diselenggarakan di kantor PPSN, Jalan Patra Kuningan VIII No 14, Jakarta Selatan, dengan nara sumber Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo; Sekretaris II Tim Saber Pungli, Brigjen Pol. M Ghufron;  dan Pakar hukum, Prof Romli Atmasasmita.

“Tema FGD kali ini adalah Revolusi Mental Berkenaan dengan Penegakan Hukum,” kata Ketua Dewan Pembina PPSN, Widodo AS, saat memberikan sambutan, Selasa (22/11).

Widodo menjelaskan, FGD kali mengupas tuntas Revolusi Mental yang didengung-dengungkan oleh pemerintahan Jokowi-JK khususnya berkenaan dengan penegakan hukum. Menurutnya, tema tersebut diangkat karena kegiatan pungli di Indonesia sudah sangat kronis, bahkan terkesan sudah membudaya.

Yang lebih parah lagi katanya, maraknya pungli di Indonesia, yang sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun, telah membuat ekonomi biaya tinggi serta pada tataran global telah menurunkan daya saing ekonomi Indonesia.

“Pungli sudah menjadi bagian dari sikap hidup yaitu sikap hidup yang permisif atau kurang peduli, padahal pada dasarnya pungli ini jelas melanggar aturan,” katanya.

Widodo menambahkan, sebelum adanya Satgas Saber Pungli yang dibentuk melalui Perpres No. 87 Tahun 2016, belum ada terapi yang tepat untuk memberantas maraknya pungli. Untuk itu, ia berharap dengan adanya Satgas Saber Pungli, pemerintah dapat menekan bahkan memberantas pungli di semua lini kehidupan.