Pusat Pengkajian Strategi Nasional (PPSN) bekerjasama dengan Jitunews.com menggelar FGD dengan tema Penerapan Teknologi Pertanian Cerdas 4.0 dan Blackchain Untukmeningkatkan Daya Saing Pangan Nasional.

Dalam Sambutan Mewakili Ketua Dewan Pembina PPSN Bapak Laksamana TNI (Purn) Widodo AS, Ketua Dewan Pengurus PPSN, Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo S.IP mengatakan bahwa FGD ini adalah tindak lanjut PPSN yang tengah berkonsentrasi pada kajian yang terkait masalah pertanian dan pangan.

FGD ini juga didasari oleh asumsi adanya pertumbuhan penduduk yang sangat signifikan di Indonesia tercatat pada akhir tahun 2018 ini jumlah penduduk telah mencapai 266, 79 juta jiwa dan pada tahun 2045 diperkirakan mencapai 330-350 juta jiwa.

“Pertambahan penduduk yang fantastis ini belum lagi ditambah masalah urbanisasi, perkembangan golongan menengah keatas dan juga perubahan iklim yang sangat berpengaruh terhadap pertanian,”

Urbanisasi, perkembangan golongan menengah keatas dan juga perubahan iklim mendorong terjadinya peningkatan harga pangan dan tuntutan keanekaragaman produk pangan yang cukup sehat dan bernutrisi.

“Dari sinilah dituntut kemampuan para petani untuk mengefektifkan dan mengefesienkan proses dan produk pertanian,”

Dalam hal ini, sudah saatnya dipikirkan dan dilaksanakan pertanian presisi dan lebih khusus lagi penerapn pertanian cerdas 4.0 dan Blackchain untuk menghadapi tantangan tersebut dalam upaya meningkatkan ketersediaan pangan.

“FGD ini tidak lain untuk menghimpun berbagai pemikiran konstruksif yang berfokus kepada penerapan pertanian cerdas dan blackchain untuk meningkatkan daya saing produk pertanian,”

Dalam pelaksanaan FGD ini hadir sebagai narasumber Prof.Dr.Ir Yandra Arkeman. M.Eng, Prof.Dr.Ir Kudeng Boro Suminar. M.Sc dan Dr. Sigit Widiyanto S.T, M.Sc. serta Prof. Dr. Edi Santosa, S.P., M.Si bertindak sebagai Moderator

Selain Ketua Dewan Pembina PPSN hadir pula Ketua Dewan Pemgawas Bapak Dr. H. D. Andhi Nirwanto, SH.MM. dan juga para pengurus harian PPSN. Pesserta Aktif terdiri dari Praktisi, Akademisi, Birokrasi dan Media.